Senin, 03 Juni 2013

Jasa jasa Bank "TRANSFER"



Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.
Merupakan jasa pengiriman uang lewat bank. Pengiriman uang dapat dilakukan pada bank yang sama Pengiriman uang juga dapat atau bank yang berlainan.  dilakukan derigan tujuan dalam kota, luar kota atau luar negeri. Khusus untuk pengiriman uang keluar negeri harus melalui bank devisa. Kepada nasabah pengirim dikenakan biaya kirim yang besarnya tergantung dari bank yang bersangkutan. Pertimbangannya adalah nasabah bank yang bersangkutan (memiliki  rekening di bank yang bersangkutan) atau bukan. Kemudian juga jarak pengiriman antar bank tersebut.

1. TRANSFER KELUAR
Salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar. Media untuk melakukan transfer ini adalah secara tertulis ataupun melalui kawat.

Pembatalan Transfer keluar :
Bila terjadi pembatalan transfer, haruslah diperhatikan bahwa pembatalan tersebut hanya dapat dilakukan bila transfer keluar belum dibayarkan kepada si penerima uang dan untuk itu bank pemberi amanat harus memberi perintah berupa “stop payment” kepada cabang pembayaran. Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank pemberi amanat kepada nasabah pemberi amanat hanya apabila telah diterima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang transfer dimaksud belum dibayarkan.

2. TRANSFER MASUK
Transfer masuk, dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang beneficiary. Dalam hal ini bank pembayar akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar. Transfer masuk tidak dikenakan lagi komisi karena si nasabah pemberi amanat telah dibebankan sejumlah komisi pada saat memberikan amanat transfer.


Pembatalan Transfer Masuk :
Jika terjadi pembatalan, pertama – tama yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficiary. Bila ternyata belum, akan diblokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalikan kepada cabang pemberi amanat melalui pemindahbukuan.

Manfaat Transfer :
1.       Kelancaran transaksi perdagangan
2.       Kemudahan transaksi pembayaran
3.       Keamanan nasabah lebih terjamin
Proses Transfer
Melalui Jasa Kliring :
1.       RTGS (Real Time Gross Settlement)
2.       RTGS (Real Time Gross Settlement)merupakan pengiriman uang antar bank diseluruh indonesia secara online.
3.       SWIFT (Standard for World Wide International Finance Transfer)
4.       SWIFT (Standard for World Wide International Finance Transfer) merupakan pengiriman uang ke bank diluar negeri secara online.

Jenis-jenis transfer:
a. Berdasarkan mekanisme pelaksanaannya:
-          transfer melalui Bank Indonesia
-          transfer melalui Bank Lain
-          transfer melalui cabang Bank sendiri
b. Berdasarkan kepentingan pihak pemakai jasa:
-          transfer untuk kepentingan debitur
-          transfer untuk kepentingan non debitur
-          transfer untuk kepentingan bagian-bagian dalam Bank itu sendiri
c. Berdasarkan setoran dananya:
-          Debet rekening Giro/Tabungan/Deposito
-          Kas/tunai
-          Setoran Kliring
-          Hasil Inkaso
d. Berdasarkan media pelaksanaan transfer:
-          Dibawa sendiri/setor langsung
-          Melalui teleks/faksimile
-          Melalui ATM
e. Berdasarkan lalu-lintas dana:
-          Transfer keluar (Outgoing transfer)
-          Transfer masuk ( Incoming transfer)

Dalam mekanisme transfer ada 4 pihak yang terlibat, yaitu:
  1. Nasabah
adalah sebagai pihak pemilik/pengirim yang memberi amanah kepada Bank untuk memindahkandananya ke pihak penerima.
  1. Bank Penarik (Drawer Bank)
adalah bank pelaku transfrer yang menerima dana dan amanat dari nasabah untuk ditransfer kepihak Bank Tertarik (Drawee) yang pada akhirnya Bank Tertarik akan meyerahkan kepada penerima dana akhir.
  1.  Bank Tertarik (Drawee Bank)
adalah Bank yang menerima transfer masuk dari Bank Penarik untuk diteruskan kepadapenerima dana akhir.
  1. Penerima Dana (Beneficiary)
adalah pihak akhir yang menerima dana transfer dari Bank Tertarik.

Sumber :


 

Selasa, 16 April 2013

pengertian E-banking, SMS banking dan M-banking

E-banking adalah salah satu sektor yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah perbankan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sektor perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Perbankan elektronik mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan”, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat “garis belakang”, yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, ‘merchant, atau penyedia jasa transaksi..
contoh layanan E banking :
  • Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine)
  • Sistem Aplikasi Perbankan (Banking Application System)
  • Sistem Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata (Real-Time Gross Settlement System)
  •  Perbankan Daring (Internet Banking)
  • Sistem Kliring Elektronik

 Arti istilah Mobile Banking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut atau disingkat dengan M-Banking. Fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash.
contoh layanan M banking :
  •   Transfer dana
  •  Informasi saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar 
  • Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi) 
  • Pembelian (pulsa isi ulang, saham)
Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan Bank menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan , misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya.
contoh layanan sms banking :
  • Transfer Uang/Dana
  • Cek Saldo Rekening Tabungan
  • Informasi Tagihan, Transaksi
  • Pembayaran atas Pembelian
  • Ganti PIN, dan lain lain
Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIMtolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau dikenal dengan istilah sms banking.Untuk operator GSM sudah support untuk transaksi via mobile banking namun untuk operator CDMA masih ada yang belum mendukung layanan mobile banking.

Jumat, 22 Maret 2013

Jenis Aplikasi sistem informasi yang diterapkan pada organisasi Perbankan (BCA)

Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BCA Sebagai bank transaksional terus menerus memperluas ragam produknya dengan menawarkan rangkaian jasa yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabahnya. Adapun produk dan jasa dari BCA antara lain:
 
Jenis
Nama Produk dan Jasa
Simpanan
Kartu Kredit
Fasilitas Elektronik
Jasa-jasa Perbankan
Kredit
Fasilitas Ekspor-Impor
Jaminan Bank
Fasilitas mata uang asing
Rekening Tahapan, Rekening Tapres, Rekening Giro, Deposito Berjangka, dan Sertifikat Deposito
BCA Card, BCA Master Card, BCA Visa, BCA JCB
ATM BCA, Debit BCA, Tunai BCA, KlikBCA Internet banking, m-BCA mobile banking, BCA Link, Call Center
Safe Deposit Box (SDB), pengiriman uang, travelers cheques, inkaso dan kliring, mata uang asing
KPR, KKB, Kredit Modal Kerja, Kredit Sindikasi, Kredit Ekspor, Trust receipt, Kredit Invetasi
LC, negosiasi, diskonto, documentary collections, bankers acceptance
Bid bond, payment bond, advance payment bond, performance bond, and Import Duty Exemption and Refund Center
Fasilitas mata uang asing
 
Sumber : www.klikbca.com
Permasalahan
Banyaknya kantor cabang dan beragamnya produk BCA tentu membutuhkan sistem pengelolaan dan pengawasan yang baik agar tidak terjadi penyimpangan dalam menjalankan bisnis. Banyaknya kantor cabang tersebut dapat mempersulit BCA untuk mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan. Demikian halnya dengan masalah perkembangan produk yang ada dalam tiap kantor cabangnya. Padahal untuk bersaing dalam persaingan yang sangat ketat saat ini, perusahaan perlu mengetahui kondisi internal perusahaannya sehingga perusahaan dapat mengetahui posisi mereka dalam pasar yang pada akhirnya akan mempermudah perusahaan dalam pengambilan langkah selanjutnya . Salah satu cara yang diambil BCA untuk mengatasi masalah tersebut diatas adalah dengan melakukan investasi di bidang teknologi informasi dimana BCA memutuskan untuk menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP) yang merupakan sebuah sistem yang dapat mengintegrasikan semua departemen dan kantor cabang yang dimiliki oleh perusahaan.

Aplikasi yang digunakan, antara lain :
Kegiatan pengembangan Teknologi Informasi BCA difokuskan pada aktivitas pembaharuan sistem komunikasi data untuk mendukung ekspansi jaringan ATM, modernisasi sistem aplikasi front-end untuk menunjang integrasi layanan, serta pengembangan Disaster Recovery Center untuk memastikan kelangsungan dukungan TI. 

1.      Pembaharuan Sistem Aplikasi Front-end
Untuk mendukung upaya Bank dalam memberikan layanan terintegrasi bagi
nasabah, BCA melakukan pembaharuan program pada sistem aplikasi
front-end. Dengan adanya program ini, BCA berusaha memahami kebutuhan dari
setiap nasabahnya, sehingga mampu menyediakan produk dan layanan yang
terbaik. Seluruh rancangan sistem aplikasi tersebut telah selesai dikembangkan
dan selanjutnya akan diterapkan diawali dari sistem aplikasi untuk Customer
Service Officer (CSO).
2.      Menunjang Pengembangan Bisnis Penyaluran Kredit
Untuk mendukung aktivitas pengembangan bisnis penyaluran kredit, BCA telah
menyelesaikan pengembangan Business Credit Origination System (BCOS) dan Consumer Credit Origination System (CCOS). Sistem aplikasi kredit ini
digunakan untuk mendukung standardisasi dan percepatan evaluasi kredit
komersial dan konsumer, serta proses persetujuan dan pengawasan. Dengan
kapasitas proses aplikasi kredit yang lebih besar, BCA berusaha menyalurkan
kredit kepada lebih banyak konsumen bisnis dan individu.
3.      Pembaharuan Sistem Komunikasi Data
Saat ini BCA sedang dalam tahap memperbaharui Sistem Komunikasi Data,
yaitu sistem penunjang untuk koneksi online ke dalam sistem database BCA yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan  kapanpun dan dimanapun. Pembaharuan sistem ini bertujuan untuk mengganti sistem komunikasi VSAT (satelit) dengan sistem yang lebih cepat dan andal, yaitu sistem komunikasi fiber-optic
. Tahap disain sistem dan perencanaan implementasi proyek ini telah selesai pada tahun ini, sedangkan instalasi sistem mulai dilakukan pada tahun 2006.
4.      Membangun Pusat Data Baru
BCA melakukan program Pengembangan Pusat Data (Data Center) untuk
meningkatkan kualitas penyediaan layanan kepada para nasabah. Melalui
program ini, BCA akan membangun Pusat Data baru. Sementara itu sebuah
Disaster Recovery Center di lokasi yang terpisah juga akan dibangun untuk
keperluan back-up basis data dan operasional Bank. Pada tahun 2006 BCA
akan memfokuskan pada program pengembangan rancangan sistem secara
keseluruhan yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2006. Selanjutnya, akan
diikuti dengan proses pengembangan engineering design, pengadaan serta konstruksi, dan diharapkan dapat di mulai tahun 2007.


 
Investasi Informasi Teknologi
Bank Central Asia (BCA) nampaknya telah menyadari bahwa bank yang memiliki 795 kantor cabang, 7,9 juta rekening, dan sekitar 15000 karyawan tidak mungkin beroperasi tanpa adanya dukungan dari sistem teknologi informasi. BCA sangat meyakini bahwa investasi teknologi akan dapat membantu mereka dalam memperbaiki proses bisnis yang ada dalam perusahaan sehingga investasi di bidang teknologi informasi yang telah menghabiskan biaya yang sangat mahal bahkan bisa mencapai jutaan dollar tidak akan menjadi suatu masalah bagi perusahaan karena mereka yakin bahwa penggunaan teknologi informasi yang tepat akan dapat meningkatkan profit perusahaan di masa mendatang.
Investasi di bidang teknologi informasi yang sangat mempengaruhi proses bisnis BCA menjadi perusahaan yang lebih menguntungkan adalah investasi dalam Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini dikarenakan penggunaan sistem ERP dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Di samping menurunnya biaya operasional dan meningkatnya produktivitas perusahaan, investasi sistem yang terintegrasi ini juga memudahkan BCA dalam melihat kondisi internal perusahaan dan dalam melakukan pengendalian terhadap kantor-kantor cabang BCA yang telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan BCA telah mempunyai perwakilan di luar negeri
Dengan terintegrasinya kantor-kantor cabang dan departemen-departemen yang ada membuat kontrol terhadap kantor cabang baik secara manajemen maupun operasional menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi informasi. Hal ini dikarenakan sistem dari teknologi informasi tersebut telah dapat mengintegrasikan data-data dari seluruh kantor cabang yang dimiliki perusahaan. Dengan sistem yang terintegrasi perusahaan juga dapat melakukan pengendalian terhadap perusahaan apabila mendapatkan informasi yang melenceng dari yang telah ditentukan. Di samping itu terintegrasinya data-data dari kantor-kantor cabang dan departemen yang ada dalam perusahaan membuat perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaannya setiap saat, hal ini dikarenakan data-data yang ada dalam sistem ERP tersebut online dan selalu up to date sehingga dari data yang selalu diperbaharui tersebut perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas dan perkembangan sehari-hari dari berbagai kantor cabang yang dimiliki perusahaan.
ERP telah mengintegrasikan data-data yang ada dalam perusahaan secara akurat dan tersimpan dari tahun ke tahun, kondisi ini menjadikan perusahaan mempunyai data history yang akan sangat bermanfaat dalam melakukan forecasting untuk mengetahui perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Hal ini tentu dapat mempermudah perusahaan dalam menentukan perencanaan strategi. Jadi, investasi di bidang teknologi informasi ini diharapkan dapat mendukung bisnis perbankan dalam melakukan perencanaan strategi dan kontrol kepada kantor cabang mereka yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Bank Central Asia (BCA) telah menyadari bahwa pemanfaatan teknologi informasi pada industri perbankan dengan kantor cabang dan nasabah dalam jumlah yang cukup banyak menjadi suatu kebutuhan mutlak. BCA merupakan perbankan swasta nasional yang paling serius dibandingkan dengan bank-bank nasional lain dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi. Investasi di bidang teknologi informasi ini dimaksudkan agar terjadi keakurasian, kecepatan, mutu layanan, serta keamanan yang menjadi sisi paling penting yang harus secara cermat dikelola. BCA nampaknya sudah mulai menyadari bahwa teknologi akan dapat membantu mereka dalam memperbaiki proses bisnis yang ada dalam perusahaan sehingga investasi yang cukup besar di bidang teknologi informasi tidak akan menjadi suatu masalah bagi perusahaan karena mereka yakin bahwa penggunaan teknologi informasi yang tepat akan dapat meningkatkan profit perusahaan di masa mendatang.
Untuk melakukan investasi awal di dibidang teknologi informasi, Bank Central Asia (BCA) harus mengeluarkan biaya investasi dalam jumlah yang cukup besar bahkan sampai jutaan dollar. Pada saat ini dimana sistem teknologi informasi telah bekerja sesuai prosedur, Bank Central Asia (BCA) setiap tahunnya harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 40-50 juta dimana dana yang sangat besar tersebut digunakan untuk belanja TI (modem, computer, writer, PC, dsb) sebesar US$ 20-25 juta, angka ini belum terhitung untuk belanja mesin ATM, biaya telekomunikasi, membayar hak pakai software dan maintenance fee yang tiap tahun menghabiskan US$ 15-20 juta (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004). Investasi BCA dalam bidang teknologi informasi sangat dipengaruhi perkembangan nilai tukar rupiah dalam dollar, hal ini dikarenakan vendor dari sistem yang digunakan BCA merupakan vendor asing sehingga dalam penetapan pembayaran hak pakai atas software dan maintenance fee harus menggunakan kurs dollar sehingga apabila nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah maka BCA harus membayar biaya hak pakai atas software dan maintenance fee dalam jumlah yang relative lebih besar dibandingkan apabila nilai tukar rupiah terhadap dollar relative stabil.
Biaya yang dikeluarkan BCA untuk melakukan investasi di bidang teknologi informasi tidak hanya tersebut di atas, tetapi BCA harus mempersiapkan para end user yang nantinya akan menggunakan sistem teknologi tersebut. Persiapan end user tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit hal ini dikarenakan perusahaan harus melakukan pelatihan yang konsisten yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Tidak hanya itu perusahaan juga harus mengeluarkan dana untuk menggaji karyawan dalam melakukan monitoring hasil dari pelatihan yang telah diberikan perusahaan terhadap para karyawannya.
Keputusan perusahaan untuk melakukan investasi dibidang teknologi informasi tampaknya telah disadari oleh manajemen BCA untuk dapat bersaing dalam industri perbankan lainnya. Hal ini dikarenakan dalam persaingan yang sangat ketat ini perusahaan harus mempunyai competitive advantage yang dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan tersebut. Di samping itu jumlah kantor cabang dan nasabah yang terus mengalami peningkatan akan mempersulit BCA dalam melakukan kontrol terhadap kelangsungan bisnisnya apabila tidak menggunakan teknologi.
Bank Central Asia (BCA) telah sukses dalam implementasikan ERP yang merupakan suatu sistem yang terintegrasi. Sebagai dampak dari kesuksesan implementasi ERP tersebut BCA telah mendapatkan banyak keuntungan yang dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan.
Sebagai indikasi dari banyaknya keuntungan yang didapat dari investasi di bidang teknologi informasi adalah semua transaksi yang dulu dilayani oleh teller sekarang bisa melalui fasilitas elektronik. Secara kuantitatif jumlah pelanggan produk berbasis teknologi informasi di BCA mengalami peningkatan hal ini dikarenakan pada saat ini perkembangan internet di masyarakat terus mengalami peningkatan sehingga fasilitas teknologi informasi yang disediakan BCA untuk para nasabahnya melalui pemberian layanan internet banking tampaknya membuat konsumen merasa nyaman dalam melakukan transaksi. Demikian halnya dengan produk mobile banking BCA, pelanggan dari produk ini terus mengalami peningkatan seiring perkembangan industri hand phone di Indonesia.
Investasi di bidang teknologi informasi ini juga dapat meningkatkan produktivitas perusahan dimana pada tahun 1999 jumlah pegawai BCA sebanyak 23 ribu orang, sementara pada saat ini pegawai BCA hanya sebanyak 21 ribu orang padahal jumlah transaksi yang ada di BCA mengalami peningkatan sebesar tiga kali lipat dari transaksi-transaksi sebelumnya dimana pada saat ini Bank Central Asia (BCA) melayani transksi sebanyak 3,5 juta transaksi per hari (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004).
Penerapan teknologi informasi yang tepat tentu akan memberi nilai tambah bagi perusahaan demikian halnya dengan Bank Central Asia (BCA). Penerapan sistem ERP telah berhasil mengintegrasikan semua kantor cabang dan semua departemen yang ada dalam perusahaan. Kondisi ini menyebabkan perusahaan akan dapat mengetahui secara akurat dan tepat mengenai proses yang sedang terjadi dalam perusahaan dan perlu waktu berapa lama lagi apabila proses tersebut belum selesai. Kondisi ini menjadikan proses yang ada dalam perusahaan menjadi lebih transparan sehingga perusahaan dapat memelihara tingkat kualitas pelayanan yang diberikan kepada para pelanggannya dengan jelas. Dengan pengintegrasian data menjadikan data-data dari kantor cabang dan departemen-departemen yang ada menjadi lebih transparan yang nantinya akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui kondisi internal perusahaan secara keseluruhan yang selanjutnya akan mempermudah perusahaan dalam melakukan pengendalian apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih pada saat ini kondisi perekonomian Indonesia masih belum stabil. Di samping mempermudah perusahaan dalam melakukan pengendalian, investasi di bidang teknologi informasi ini juga dapat memberikan kemudahan kepada perusahaan dalam melakukan forecasting karena adanya data history dalam sistem tersebut dengan demikian perusahaan akan dapat mengetahui kecenderungan produk di pasaran nantinya sehingga mereka dapat menentukan perencanaan strategi terhadap target produk mereka di pasar.
Benefit-benefit yang didapatkan perusahaan dengan mengimplementasikan teknologi informasi pada umumnya merupakan benefit yang tidak dapat diukur dengan uang tetapi langsung dapat mendukung kinerja perusahaan. Oleh karena banyaknya benefit yang diperoleh perusahaan baik yang dapat diukur maupun yang tidak dapat diukur dengan uang yang secara langsung dapat mendukung kinerja perusahaan menjadikan BCA tidak menganggap investasi di bidang teknologi informasi ini sebagai cost center dalam perusahaan tetapi lebih menganggap investasi teknologi informasi tersebut sebagai strategic patner perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Implementasi di bidang teknologi informasi ini juga menjadikan proses yang ada dalam perusahaan menjadi lebih terkontrol.
Kesuksesan Bank Central Asia (BCA) dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi dimana dapat terlihat dari nilai aset dan jumlah pelanggannya yang terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadikan bank-bank nasional baik swasta maupun milik pemerintah yang tadinya ragu-ragu untuk melakukan investasi di bidang teknologi informasi menjadi tertarik untuk melakukan investasi padahal kesuksesan implementasi di bidang teknologi informasi dalam sistem yang sama di satu perusahaan belum tentu akan mendapatkan kesuksesan yang sama meskipun kedua perusahaan tersebut bergerak dalam industri yang sama.
Kebutuhan yang berbeda yang ada dalam setiap perusahaan itulah yang menjadikan kesuksesan investasi teknologi informasi yang sukses di satu perusahaan belum tentu sukses di perusahaan yang sejenis, hal ini dikarenakan dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi tidak terletak pada ”what” melainkan lebih menekankan kepada ”how” Jadi sistem teknologi informasi yang bisa berjalan di BCA belum tentu bisa berjalan di bank-bank lain. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan harus punya knowledge sendiri dan harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan itu sendiri (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004).


Manfaat Investasi Teknologi Informasi
Adapun keuntungan yang didapatkan perusahaan dengan melakukan investasi di bidang teknologi informasi tersebut antara lain:
¨ Kemudahan melakukan kontrol perusahaan
Implementasi teknologi informasi seperti ERP yang telah dilakukan oleh BCA menjadikan sistem yang ada dalam perusahaan tersebut menjadi terintegrasi. Kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui perkembangan bisnisnya setiap saat karena data yang ada dalam sistem tersebut adalah data yang online dan up to date dengan demikian perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas sehari-hari dari tiap departemen dan kantor cabangnya. Kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan dalam melakukan kontrol untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam proses bisnis, dan apabila kesalahan telah terjadi perusahaan dapat langsung mengetahui sehingga perusahaan dapat meminimalisasi kerugiannya.
¨ Produktivitas Meningkat
Pengimplementasian Enterprise Resource Planning (ERP) pada BCA menyebabkan kinerja perusahaan menjadi lebih meningkat. Hal ini dikarenakan penguunaan teknologi tersebut dapat menciptakan kecepatan dalam bekerja dan juga memberikan tingkat akurasian yang cukup tinggi hal ini tentu akan dapat meningkatkan peroduktivitas perusahaan karena dengan tingkat kecepatan bekerja yang tinggi perusahaan akan memperoleh output yang lebih banyak dalam hal ini perusahaan dengan sumber daya yang tetap akan dapat melayani nasabahnya dalam jumlah yang lebih besar bahkan dengan digunakannya teknologi ini perusahaan dapat mengurangi sumber dayanya tetapi output atau banyaknya nasabah yang dilayani mengalami peningkatan.
¨ Kemudahan dalam melakukan perencanaan strategi
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem yang terintegrasi sehingga semua data yang ada dalam setiap departemen dan kantor cabang perusahaan dapat terintegrasi, kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui kondisi perusahaan secara detail sehingga informasi yang didapatkan menjadi lebih lengkap. Informasi yang lengkap tersebut akan dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan bisnisnya di masa yang akan datang yang pada akhirnya informasi tersebut juga akan membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strateginya.


Kesimpulan
Investasi di bidang teknologi informasi sangat diperlukan secara mutlak bagi perusahaan atau industry manapun meskipun dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi ini perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup. Hal ini dikarenakan investasi tersebut telah banyak memberikan keuntungan bagi perusahaan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja perusahaan untuk jangka panjang dalam menghadapi persaingan global.
 
SUMBER : 
www.BCA.co.id 
www.klikbca.com
http://www.bca.co.id/include/download/13C_TeknologiInformasi-INA.pdf
https://klikpay.klikbca.com/login.do?action=registerDirectRequest 
http://edwardsimatupang.blogspot.com/2008/01/investasi-informasi-teknologi-it-pada.html

Selasa, 01 Januari 2013

Teknik dan Dokumentasi Sistem Operasi

Pengertian dan Pengguna Teknik Sistem
  • Teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan sub-sub sistem yang berkaitan.
  • Teknik sistem penting bagi auditor intern dan ektern dan juga para personel sistem dalam pengembangan sistem informasi.
  • Teknik sistem juga digunakan oleh akuntan yang melakukan pembuatan sistem, baik secara intern bagi perusahaannya maupun secara ektern sebagai seorang konsultan
Teknik-teknik sistem adalah :
Alat-alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang & mendokumentasikan sistem dan hubungan antara subsistem yamg berkaitan.

Teknik Dokumentasi Sistem

Ada beberapa alasan mengapa sistem perlu didokumentasikan.
  1. Untuk merancang atau membuat sebuah sistem. Dokumentasi sistem berguna sebagai media diskusi dan komunikasi antar perancang, analis, maupun programer. 
  2. Selain itu, dokumentasi juga berguna untuk mengevaluasi kelemahan dan keunggulan sebuah sistem maupun pengendalian dalam sebuah sistem. Pihak yang berkepentingan dengan evaluasi sistem adalah (1) analis sistem (pada saat si analis sedang menegvaluasi sistem lama yang sudah berjalan) dan (2) auditor (baik auditor internal maupun auditor eksternal). Auditor laporan keuangan hanya dapat melakukan audit jika data laporan keuangan sebuah perusahaan dapat dipercaya (yang berarti dihasilkan dari sistem informasi akuntansi yang memang andal).
  3. Dokumentasi sistem juga berguna bagi mereka ynng sedang mempelajari prosedur dalam sebuah perusahaan. Dokumentasi sistem dapat menjadi media pelatihan karyawan baru.

Yang paling banyak ragamnya adalah teknik untuk mendokumentasikan proses. Berikut adalah sebagian dari teknik untuk dokumentasi proses.
  1. Flowcahart.program. Flowchart program biasa dibuat oleh programer untuk menggambarkan alur kode program.
  2. Flowchart sistem. Flowchart sistem biasa dibuat oleh orang akuntansi untuk menggambarkan sistem operasi dan prosedur dalam sebuah perusahaan. Dalam flowchart ssitem akan terlihat pembagian tugas dan wewenang antar departemen dalam perusahaan. Flowchart sistem ini berguna untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal dalam sebuah perusahaan.
  3. Data Flow Diagram. Data flow diagram dibuat untuk menganalisis proses bisnis sebuah organisasi. Data Flow Diagram berguna untuk menggambarkan proses tidak perduli apakah proses tersebut akan dijalankan secara manual atau dengan bantuan komputer.  
  4. Use Case. 

PENGGUNAAN TEKNIK – TEKNIK SISTEM
PENGGUNAAN TEKNIK-TEKNIK SISTEM DALAM AUDITING :
  • Evaluasi Struktur Pengendalian Intern
    Berupa kebijakan dan prosedur yang dibuat sebagai  jaminan bahwa tujuan perusahaan akan tercapai. Dalam mengevaluasi pengendalian intern, auditor umumnya memperhatikan arus pemrosesan dan distribusi dokumen-dokumen dalam pelaksanaan sistem.
    Struktur Pengendalian Intern terdiri dari 3 elemen :
    – Pengawasan Lingkungan
    – Sistem Akuntansi
    – Pengawasan Prosedur.Teknik yang digunakan antara lain adalah Flowchart analisis, flowchart dokumen, bagan distribusi formulir, kuesioner dan metode matriks.

  • Pengujian Ketaatan
    Untuk dapat melakukan uji ketaatan maka auditor harus memahami teknologi yang digunakan oleh suatu sistem informasi. Pengujian ketaatan dilakukan untuk memastikan eksistensi, menilai efektivitas dan menguji kesinambungan operasi pengendalian intern yang diandalkan oleh organisasi.
    Teknik yang biasa digunakan adalah, IPO-HIPO, flowchart program, DFD, pencabangan dan tabel keputusan.

  • Kertas Kerja
    Kertas kerja adalah catatan yang dipegang auditor mengenai prosedur dan pengujian yang diterapkan, informasi yang didapatkan, dan kesimpulan yng ditarik selama melakukan penugasan audit. Teknik sistem digunakan untuk mendokumentasikan dan menganalisis isi kertas kerja.
    Diagram aliran data, bagan HIPO, bagan arus program, table pencabangan dan keputusan, dan metode matrik dapat muncul dalam kertas kerja.

PENGGUNAAN TEKNIK SISTEM DALAM PENGEMBANGAN SISTEM :

  • Analisis Sistem
Analisis Sistem melibatkan pengumpulan dan pengorganisasian   fakta. Teknik sistem yang berguna untuk analisis informasi adalah diagram alur data logika dan flowchart analitis.
  • Desain Sistem
Desain sistem melibatkan penyusunan cetak biru sistem secara lengkap dan utuh. Teknik sistem seperti diagram input proses  output, diagram HIPO, flowchart program, tabel keputusan dan lain sebagainya digunakan secara ekstensif untuk mendokumentasikan perancangan sistem.
  • Implementasi Sistem
Implementasi sistem mencakup aktivitas aktual mempraktekkan desain sistem yang telah dibuat.

Sumber:
http://blogakuntansi.blogspot.com/2011/11/teknik-dokumentasi-sistem.html
http://siswaddi.wordpress.com/2010/10/14/teknik-dan-dokumentasi-sistem/
http://ukiehary.wordpress.com/2011/10/14/teknik-sistem-dan-dokumentasi/
http://fajarseptiansyah.wordpress.com/2012/12/11/teknik-dan-dokumentasi-sistem-informasi-akuntansi/

Jenis-jenis Sistem operasi

Berdasarkan departemen perusahaan, sistem dibagi atas beberapa jenis:
1. Sistim Informasi Akuntansi (Accounting Information System) menyediakan informasi dari transaksi keuangan.
2. Sistem Informasi Pemasaran (Marketing Irformation System) menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran dan lain sebagainya.
3. Sistem Informasi Persediaan (Inventary Management Information System)
4. Sistem Informasi Personalia (Personal Information System)
5. Sistem Informasi Distribusi (Distribution Information System)
6. Sistem Informasi Pembelian ( Purchasing Information System)
7. Sistem Informasi Kekayaan ( Treasing Information System)
8. Sistem Informasi Analisis Kredit (Credit Analysis System)
9. Sistem Informasi Penelitian dan Pengembangan (Research Development)
10. Sistim Informasi Teknik (Engineering Informsation System).

Sistem Informasi menurut Level Organisasi
  • Sistem informasi departemen
    • Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
  • Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
    • Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
  • Sistem informasi antarorganisasi
    • Contoh : eCommerce
Sistem Informasi Fungsional
  • Sistem informasi berdasarkan area fungsional
  • Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
Contoh :
  • Sistem Informasi Akuntansi
    • SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
    • Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
  • Sistem Informasi Keuangan
  • SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
    • Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran

Klasifikasi SI berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten)
  • Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS)
    • Sebuah sistem yang meng-capture dan memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi, pembayaran, KRS, reservasi dll
  • Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information System/MIS)
    • Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi.
  • Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS)
    • Sistem informasi yang menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan.
  • Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS)
    • Sistem informasi yang diperuntukkan oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa rencana tersebut.
  • Sistem Pakar (Expert System)
    • Sistem informasi yang meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut.
  • Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and Collaboration System)
    • Sistem yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
  • Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)
    • Sistem informasi yang mendukung aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja yang diperbaiki antar personil.

Analisa Sistem
Defenisi Analisi Sistem
Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, hambatan yang terjadi serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
Perancangan Sistem
Alat Bantu Perancancangan Sistem
Adapun alat bantu yang digunakan dalam perancangan atau pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian umumnya berupa gambar atau diagram adalah sebagai berikut:
a. Data Flow Diagram
Data flow diagram adalah gambaran sistem secara logika. Gambaran ini tidak tergantuk perangkat keras, perangkat lunak struktur data dan organisasi file. Keuntungan menggunakan data flow diagram adalah memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan.
Proses data flow diagram dapat merupakan program, satu program, satu modul atau sub program dapat juga berupa transformasi data secara manual.
Penyimpanan data dapat berupa: Flash Disk, Disket, Compact Disk, Magnetic Drum, Magnetic Tape, dan lain sebagainya.
a. Data Dictionary
Data dictionary merupakan kumpulan data mengenai data-data. Tujuannya adalah memberikan informasi mengenai defenisi, struktur, pemakai dari masing-masing elemen. Elemen adalah unit data yang terkecil.
c. Sistem Flowchart
Sistem Flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan sistem secara fisika.
Perancangan Sistem Database
Menurut Jogianto (1990) Tujuan utama perancangan sistem database yaitu:
a. Memiliki kemampuan menyimpan data yang berguna dalam database.
b. Meniadakan kerangkapan data
c. Pengamanan terhadap isi dan penggunaan dapat diterapkan.

Sumber :
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/11/17/jenis-jenis-sistem-informasi/
http://sistem-informasi-manajemen.blogspot.com/2009/07/jenis-jenis-sistem-informasi.htm
http://fajarseptiansyah.wordpress.com/2012/12/11/jenis-jenis-sistem-informasi/

Akuntansi dan Teknologi Informasi

Peran teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam perusahaan/organisasi telah lama berlangsung. Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah efisiensi, penghematan waktu dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar. Alasan lainnya yaitu ditambah dengan perlindungan atas aset perusahaan.
Jika kita gunakan ilustrasi piramida organisasi, tugas akuntansi akan berada pada level paling bawah yaitu level operasional dan transaksional. Level ini punya ciri khas yaitu teknis, repetitive, prosedural, standar dan juga dapat membuat bosan. Contohnya, akuntansi yang menangani transaksi pembelian, penjualan, pengiriman barang, pembayaran transaksi, penerimaan hasil penjualan, penyusunan laporan. Ciri khas ini yang menjadi alasan utama mengapa teknologi informasi sangat berkaitan erat dengan akuntansi. Bahkan, kisah hubungan ini telah terjadi jauh-jauh hari pada saat komputer masih berbadan besar dan boros tenaga (mainframe).
Peran TI dalam akuntansi masih penting bahkan makin semakin penting! Kemajuan pesat TI sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan aplikasi ilmu akuntansi. Munculnya istilah enterprise systems, e-business, business intelligence, conforming to assurance and compliance standards, IT governance, business continuity management, privacy management, business process improvement, mobile and remote computing, XBRL, dan knowledge management menunjukkan bahwa dunia akuntansi akan semakin kompleks, tidak hanya berkutat pada jurnal dan penyusunan laporan keuangan saja. Ini membuat dunia akuntansi lebih menarik! Peran akuntan dapat meliputi tiga bidang: perancang, pengguna dan pemeriksa (auditor). Dalam ketiga peran ini, TI akan sangat berperan dalam kesuksesan kerja akuntan.

Secara singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
• Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
• Bermanfaat (usefull)
• Menambah produktifitas (Increase productivity)
• Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
• Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)

Fungsi Sistem Informasi
Setiap organisasi yang menggunakan komputer untuk memproses data transaksi memiliki fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data (DP). Pengolahan data merupakan aplikasi sistem informasi akuntansi yang fundamental dalam setiap organisasi. Fungsi sistem informasi dalam organsisasi telah berevolusi mulai dari srtuktur organisasi sederhana yang terdiri dari beberapa orang saja sampai struktur yang kompleks yang meliputi banyak spesialis yang bermutu.Setiap sistem informasi akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya yaitu :
  1. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan.
  2. Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
  3. Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
  4. Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.

Otomasi Kantor Dan Perlunya Otomasi Kantor
Istilah sistem informasi akuntansi meliputi penggunaan teknologi informasi untuk penyajian informasi kepada para pemakai. Komputer digunakan pada seluruh tipe sistem informasi. TI mencakup komputer dan juga teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi. Teknologi seperti mesin pembaca kode bar dan peralatan scanning, dan protokol-protokol komunikasi dan standar-standar seperti ANSI X.12, penting bagi otomasi kantor.
Beberapa teknologi berinteraksi agar sistem tanggap cepat menjadi flexsible yaitu :
1. Just In Time (JIT)
Sistem penjualan eceran tanggap cepat mirip dengan sistem persediaan just-in-time(JIT) yang digunakan manufaktur. Sistem ini pesanan pembelian untuk barang-barang persediaan dibuat berdasarkan konsep “permintaan-tarik” dan bukannya berdasarkan suatu interval tetap (bulanan atau mingguan) secara “dorong” untuk memenuhi tingkat persediaan tertentu.


2. Web Commerce
Disebut juga perdagangan dengan jaringan internet. Penjualan melalui jaring internet (World Wide Web) merupakan bagian integral dari perekonomian. Penjualan tersebut menyediakan banyak keuntungan baik bagi konsumen maupun penyedia barang.

3. Electronic Data Interchange (EDI)
Merupakan pertukaran dokumen bisnis dari komputer ke komputer melalui jaringan komunikasi. Berbeda dengan E-mail di mana pengiriman pesan dibuat dan diinterpretasikan oleh manusia(orang ke orang), sedangkan pesan-pesan EDI dibuat dan diinterpretasikan oleh komputer.

4. Computer Integrated Manufacturing (CIM)
Merupakan pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur.

5. Electronic Funds Transfer (EFT)
Merupakan sistem pembayaran dimana pemrosesan dan komunikasi sepenuhnya atau sebagian besar dilakukan secara elektronik.

Tujuan Dari Hakikat Pengembangan Sistem
Proyek pengembangan sistem pada umumnya mencakup tiga tahap utama yaitu :
1. Analisis system
Meliputi formulasi dan evaluasi solusi-solusi atas masalah-masalah sistem. Penekanan dalam analisis sistem adalah tujuan keseluruhan sistem. Hal yang mendasar dalam hal ini adalah imbal balik, untung rugi, dalam pencapaian tujuan sistem. Tujuan umum analisis sistem dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

  • Untuk meningkatkan kualitas informasi.
  • Untuk meningkatkan pengendalian intern.
  • Untuk meminimalkan biaya.
Tujuan-tujuan ini saling berhubungan dan kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Perihal untung rugi harus ditentukan dalam memilih antara tujuan kehematan dengan kemanfaatan, atau antara kesederhanaan dan sistem yang realistis tetapi kompleks. Kadang-kadang, metode evaluasi untung rugi bersifat subyektif karena f aktor-f aktor yang terlibat sulit untuk dikuantifikasi.

2. Perancangan system
Mencakup evaluasi efektivitas dan efisiensi relatif atas pilihan-pilihan rancang bangun sistem dipandang dari kebutuhan keseluruhanya. Perancangan sistem adalah proses menspesifikasikan rincian solusi yang dipilih oleh proses analisis sistem.

3. Implementasi sistem
Merupakan proses penempatan rancangan prosedur-prosedur dan metode-metode baru, atau yang telah direvisi, ke dalam operasi. Implementasi sistem mencakup pengujian atas solusi sebelum implementasi, pendokumentasian solusi, dan peninjauan atas sistem pada saat awal pengoperasiannya. Hal itu bertujuan untuk memverifikasi bahwa fungsi-fungsi sistem sesuai dengan spesifikasi rancangan.

Sumber:
http://khalem.wordpress.com/2010/11/07/teknologi-informasi-dan-perkembangan-sistem-akuntansi/
http://1t4juwita.wordpress.com/2010/11/08/akuntansi-dan-teknologi-informasi/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/10/akuntansi-dan-teknologi-informasi-2/
http://fajarseptiansyah.wordpress.com/2012/12/11/akuntansi-dan-teknologi-informasi/

Minggu, 30 Desember 2012

Siklus-siklus Pemrosesan Transaksi


Siklus-siklus Pemrosesan Transaksi
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
kemampuan berkompetisi.
Sistem adalah kumpulan sumberdaya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang berguna yang dioleh sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Akuntasi, sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada beragam orang. Setiap organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan
Jadi, Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi . Informasi inilah dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.

Berikut ini adalah empat siklus transaksi bisnis:
1. Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
2. Siklus pengluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3. Siklus produksi . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
4. Siklus keuangan . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
pengendalian intern
Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi olehsumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (sepertimesin dan lahan) maupun tidak (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).Adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatanmanajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan, hal ini disebutPengendalian Intern, atau dengan kata lain bahwa pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasiperusahaan untuk menyediakan informasi keuangan yang handal serta menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.Pada tingkatan organisasi, tujuan pengendalian interacting dengan keandalan laporan keuangan, umpan balik yang tepat waktu terhadap pencapaian tujuan-tujuan operasional dan strategis, serta kepatuhan pada hukum dan regulasi. Pada tingkatan transaksi spesifik, pengendalian intern merujuk pada aksi yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (mis. memastikan pembayaran terhadap pihak ketiga dilakukan terhadap suatu layanan yang benar-benar dilakukan). Prosedur pengedalian intern mengurangi variasi proses dan pada gilirannya memberikan hasil yang lebih dapat diperkirakan. Pengendalian intern merupakan unsur kunci pada Foreign Corrupt Practices Act(FCPA) tahun 1977 dan Sarbanes-Oxley tahun 2002 yang mengharuskan peningkatan pengendalian intern pada perusahaan-perusahaan publik Amerika Serikat.
Tujuan pengendalian intern
Tujuan pengendalian intern adalah menjamin manajemen perusahaan agar:
• Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.
• Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.
• Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.
Elemen-elemen Pengendalian Intern
Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO) memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang meliputi Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring), serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).
sumber: 
http://opickrockstar.wordpress.com/2012/10/28/siklus-siklus-pemrosesan-transaksi/